Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Pembangunan di Purwakarta yang Berbasis Kebudayaan

Purwakarta merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berbatasan langsung dengan Ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung.



Saat ini Purwakarta tengah melakukan Pembangunan Infrastruktur fasilitas publik kota besar-besaran, dari mulai jalan raya, trotoar, pembenahan taman kota, hingga pembangunan gapura pintu masuk tiap Gang tidak luput dari objek pembangunan. Yang menarik dari pembangunan tersebut adalah bahwasanya pembangunan yang digalakan di Purwakarta, merupakan pembangunan yang berbasis kebudayaan sehingga memiliki ciri khas tersendiri.



Perbaikan Jalan Raya

Jalan raya di Purwakarta saat ini hampir seluruhnya memiliki kualitas jalan yang sangat baik, mulai dari Jalan Protokol di tengah kota hingga Jalan-jalan kecil pelosok kota tidak luput dari perbaikan.



Pembenahan Taman Kota

Taman-taman kota yang menjadi objek pembenahan adalah Alun-alun, Situ Buleud, dan taman-taman lainnya. Taman Kota tersebut saat ini tampak elok dan indah sehingga bisa menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan dalam kota, maupun wisatawan luar kota.



Pembangunan Trotoar

Trotoar di Purwakarta bukan hanya diperbaiki saja, melainkan juga dibangun ulang memakai bahan keramik berkualitas cukup baik sehingga memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki. Pembangunan Trotoar baru tersebut sejauh pengamatan saya telah sampai hingga Jl. Veteran.



Pembangunan Gapura dan Pagar-pagar Khas

Saat ini yang menjadi ciri khas Kabupaten Purwakarta adalah adanya bentuk keseragaman dari Gapura-gapura Gang/jalan yang ada di Purwakarta. Gapura tersebut dibuat sama berbentuk bunga melati kembar. Selain Gapura, Pagar-pagar di pinggir jalan juga dibentuk seragam menyerupai bunga melati.



Pembanguna Jembatan Penyebrangan

Saat ini Purwakarta telah membangun beberapa Jembatan Penyebrangan yang dibangun membentuk bunga melati dan dilengkapi dengan Big Screen untuk tujuan komersial.



Pembangunan Patung

Pembangunan Patung di Purwakarta seringkali mendapatkan penolakan dari warga Purwakarta itu sendiri karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut, sehingga beberapa kali Patung yang sudah didirikan oleh Pemkab Purwakarta di robohkan oleh massa. Namun hal tersebut tidak membuat Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk berhenti mendirikan Patung, hal tersebut ditunjukan dengan semakin bertambahnya jumlah patung yang didirikan baik di tempat patung yang sudah dirubuhkan maupun di tempat penempatan yang baru. Pendirian Patung ini bertujuan untuk memberikan kesan estetika atau keindahan bagi tata kota.





Pembangunan yang digalakan di Purwakarta tidak lepas dari peran Bupati Purwakarta saat ini Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi terbukti telah sukses untuk membenahi dan membangun Kabupaten Purwakarta menjadi kota yang nyaman, bersih, dan elok sehingga memberikan kenyamanan bagi Warga Kabupaten Purwakarta itu sendiri.



Untuk saat ini saya belum bisa menyajikan gambar/foto terkait dengan artikel ini.

Enaknya Dodol Garut, Makanan Khas Kabupaten Garut









Kurang populernya makanan tradisional Indonesia telah
memberikan celah kepada pihak Negara asing untuk mengklaim makanan Tradisional
Indonesia menjadi miliknya. Namun ditengah menurunnya popularitas makanan tradisional,
Dodol Garut menjadi menjadi salah satu makanan tradisional yang digemari,
Makanan tradisional khas Garut ini bukan hanya digemari oleh masyarakat
sekitaran daerah garut saja tetapi telah menjadi makanan cemilan favorit dari
masyarakat Indonesia pada umumnya ,bahkan turis asing pun tak kalah untuk
menjadikan makanan khas garut ini sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke Negaranya.





Dodol Garut terdiri dari beberapa jenis  yaitu dalah dodol nanas, dodol wijen, dodol
durian, dodol tomat, dodol coklat, dan berbagai macam jenis lainnya. Bahan baku
dodol Garut pada umumnya terdiri dari bahan utama gula merah dan sari kelapa
sehingga menghasilkan rasa manis yang khas yang menjadikan daya tarik utama
bagi penikmat cemilan-cemilan berasa manis.


Penjual Dodol garut dapat ditemukan di hampir seluruh
wilayah Kabupaten Garut. Sebagian besar produsen dodol garut masih menggunakan
cara-cara tradisional dalam hal pembuatannya sehingga cita rasa khas dari dodol
garut masih terjaga.  Produsen dodol
garut yang masih menggunakan cara tradisional ini biasannya merupakan penjual
lama yang mewarisi usaha turun temurun dari orang tuanya. Selain masih
banyaknya produsen yang menggunakan cara lama, perkembangan baru-baru ini juga
telah menunjukan semakin banyaknya Produsen baru yang dalam hal pembuatannya
menggunakan cara-cara modern, biasanya Produsen baru yang menggunakan cara ini
adalah hasil Investasi bisnis dari pebisnis-pebisnis besar nasional.





Selain tersebar di wilayah Kabupaten Garut, Penjual dan
Produsen dodol garut juga telah sejak lama terkonsentrasi di Desa Suci Kaler.
Desa suci kaler yang termasuk ke dalam kecamatan Karangpawitan merupakan desa
tempat sentra industri dodol. Industri 
ini telah sejak lama menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat  sekitar untuk menopang kebutuhan hidup
mereka.


Harga dodol garut untuk penjualan di daerah sekitaran
Kabupaten Garut dibanderol antara Rp. 12.500 – Rp. 13.000 perkilogram, Untuk
daerah yang berada di luar wilayah kabupaten Garut harganya mengalami kenaikan
menjadi Rp. 16.000 – Hingga Rp. 20.000 perkilogram. Hal ini dipicu karena
adanya tambahan ongkos kirim dodol ke daerah lain.





Dengan harga yang masih relatif murah tersebut, maka dodol
garut bisa dinikmati oleh berbagai tingkatan kalangan dari masyarakat
Indonesia.